Showing posts with label tips dan solusi. Show all posts
Showing posts with label tips dan solusi. Show all posts

Wednesday, 29 May 2019

Ini 5 Barang Hotel yang Menjadi Sumber Penyakit, Yuk Hati-hati!

Ini 5 Barang Hotel yang Menjadi Sumber Penyakit, Yuk Hati-hati!

Ini 5 Barang Hotel yang Menjadi Sumber Penyakit, Yuk Hati-hati!



PANTAI4D - Meski fasilitas hotel terlihat bersih namun sebenarnya terdapat sarang-sarang kuman dan penyakit yang sering gak kita sadari. Bahkan beberapa barang di hotel ini seringkali luput dari pembersihan oleh para pegawai hotel sehingga bisa saja kamu malah terkena penyakit dan virus yang berbahaya. Nah saat traveling, baiknya hindari lima barang yang berada di hotel ini karena ternyata sarang penyakit lho!

1. Telepon


NONTON MOVIE - Telepon merupakan salah satu barang yang penting bagi para tamu hotel. Entah untuk menghubungi para pelayan hotel atau memesan makanan di luar tentunya pasti telepon sering disentuh oleh para tamu.

SABUNG AYAM - Oleh sebab itu telepon merupakan barang yang menjadi sumber kuman terlebih para cleaning service sering lupa bahwa telepon harus pula dibersihkan meski terlihat tidak kotor. Kalau sudah begini kamu harus rajin-rajin mencuci tangan agar kuman-kumannya tidak mendatangkan penyakit.

2. Remote TV


PREDIKSI TOGEL PALING JITU - Berlibur ke hotel takkan lengkap rasanya bila tidak menyalakan TV. Oleh sebab itu pastinya remote TV merupakan barang yang sering digunakan oleh para tamu hotel sehingga bukan hal yang aneh bila remote sering mengandung banyak kuman. Apalagi bentuknya yang kecil pasti luput dibersihkan oleh para cleaning service. Meski terlihat bersih jangan langsung percaya kalau remote tv sudah bersih dan bebas dari kuman lho!

3. Sakelar lampu


Ketika membuka kamar hotel, otomatis sakelar lampu merupakan benda pertama yang disentuh untuk menyalakan lampu. Oleh sebab itu jelas disini sakelar merupakan sarang kuman dan penyakit karena banyak disentuh oleh tangan. Apalagi benda ini tergolong kecil dan pastinya sering tidak dibersihkan oleh cleaning service.

4. Selimut


Selimut atau bed cover pastinya merupakan barang yang paling banyak digunakan untuk menghangatkan tubuh ketika tidur. Otomatis selimut menjadi sarang kuman karena setiap tamu pasti menggunakannya. Apalagi bila bed cover pastinya tak selalu dibersihkan oleh para cleaning service. Nah untuk mengatasinya cobalah gunakan lint roller sebelum tertidur pulas.

5. Gelas


Ketika petugas hotel membawakanmu gelas untuk minum, ada baiknya kamu hati-hati karena pastinya gelas ini mungkin saja mengandung kuman. Bagaimana tidak karena bisa saja mulut gelas yang disimpan terbalik itu terkontaminasi oleh kuman. Apalagi bila diletakan di kamar mandi, otomatis gelas tersebut sudah banyak terkontaminasi kuman karena kamar mandi memiliki sarang kuman yang banyak. Oleh sebab itu lebih baik minum dari botol yang kamu bawa saja untuk meminimalisir masuknya kuman ke dalam tubuh.

Meski sedang traveling bukan berarti tak menjaga kebersihan diri ya!

Sunday, 26 May 2019

Mengatasi Masalah saat Harus Berpisah dengan Anak

Mengatasi Masalah saat Harus Berpisah dengan Anak



Mengatasi Masalah saat Harus Berpisah dengan Anak

PANTAI4D -  Baru berdandan saja, Si Kecil sudah mulai gelisah. Rasa galau kian berkecamuk dalam benak Anda kala ia mulai meneteskan air mata. Apakah Anda harus mengurungkan niat untuk meninggalkan rumah?
NONTON MOVIE - Bagi para Moms, khususnya yang bekerja, terkadang sulit untuk meninggalkan anak di rumah. Tak jarang, Si Kecil langsung merasa gelisah, uring-uringan, dan ujung-ujungnya menangis. Pokoknya segala cara ia lakukan agar Anda tidak jadi pergi. Mengapa demikian?
SABUNG AYAM -  Pada dasarnya, semua bayi tercipta untuk dekat dengan ibunya. Bahkan pada awalnya Si Kecil tidak menyadari bahwa ia adalah individu yang berbeda dengan Anda. Ia menganggap Anda akan selalu ada bersamanya. Jadi cukup wajar jika anak Anda bisa uring-uringan apabila Anda meninggalkannya.
PREDIKSI TOGEL PALING JITU -  Kesedihan dan rasa marah tersebut termasuk bagian dariseparation anxiety atau kecemasan saat harus berpisah dengan Anda. Kondisi ini sebenarnya normal terjadi. Menurut Elizabeth Pantley, penulis buku The No-Cry Separation Anxiety Solution, hampir semua anak mengalami hal semacam ini pada usia 7 hingga 18 bulan.
Separation anxiety menunjukkan bahwa bayi Anda sehat dan sangat senang berdekatan dengan Anda. Hal itu juga menunjukkan bahwa intelektualitasnya berkembang dengan baik,” jelas Elizabeth Pantley.
Meskipun usia 18 bulan terlewati, bukan berarti drama kecemasan berpisah dengan Anda ini berakhir. Normalnya, kecemasan itu masih ada sampai usianya menginjak empat tahun. Siapkah Anda? Berikut adalah tips bagi para Moms dalam menghadapi separation anxiety sesuai dengan usia Si Kecil.

Bayi (7 bulan)

Setiap bayi mengalami separation anxiety pada usia yang berbeda-beda. Akan tetapi pada umumnya, kondisi ini terjadi untuk pertama kali saat ia memasuki usia tujuh bulan. Saat itulah ia menyadari, dirinya bukan bagian dari Anda. Si Kecil pun mulai tahu bahwa sewaktu-waktu Anda bisa pergi darinya. Kondisi ini mungkin akan terjadi selama beberapa minggu hingga ia sadar bahwa Anda pergi untuk kembali.
Sebaiknya Dilakukan
Sebelum menyadari bahwa ia bukan individu yang sama dengan Anda, kenalkan ia pada pengasuh lain, misalnya nenek atau babysitter. Hal itu akan mengurangi kegelisahannya saat Anda tidak berada di dekatnya. Namun saat Anda pergi, selalu ucapkan perpisahan seperti, “Dadah sayang. Mama pulang sore, kira-kira setelah kamu mandi”.
Sebaiknya Tidak Dilakukan
Kembali lagi atau mengurungkan niat untuk pergi karena tidak tega melihat anak Anda menangis. Hal ini justru akan membuat Si Kecil semakin kencang menangis pada lain waktu. Jadi mantapkan saja langkah Anda. Minta pengasuhnya untuk mengalihkan perhatian Si Kecil, seperti memberikan mainan kesayangannya.

Toddler (12-24 bulan)

Masa bayinya sudah berlalu. Ia juga biasa Anda tinggalkan di rumah dengan orang lain. Namun bukan berarti kecemasannya saat berpisah dengan Anda otomatis menghilang. Memang ada sebagian anak yang sudah mampu mengatasi perpisahan ini, tapi tak sedikit anak yang justru baru mulai mengalami kecemasan tersebut. Ia bisa saja menangis sejadi-jadinya walau tahu Anda akan kembali.
Sebaiknya Dilakukan
Buatlah ritual perpisahan, misalnya bersalaman, cium pipi, atau high five. Ritual semacam itu akan membangun kesiapannya untuk berpisah dengan Anda.
Sebaiknya Tidak Dilakukan
Kabur darinya. Tindakan ini memang terkesan lebih mudah daripada menyaksikan Si Kecil berlinang air mata saat Anda berpamitan. Namun cara ini akan membuatnya selalu khawatir bahwa Anda akan meninggalkannya sewaktu-waktu. Bukan tidak mungkin, kebiasaan ini akan mengurangi kepercayaannya terhadap Anda.

Preschool (3-4 tahun)

Inilah usia puncak Si Kecil mengalami separation anxiety. Ia bisa mengalami tantrum (emosi yang meledak-ledak). Kondisi ini biasanya bertambah parah jika pada saat bersamaan ia memiliki adik, masuk sekolah, atau pindah rumah ke lingkungan baru. Biasanya kecemasan ini akan berlangsung selama beberapa minggu. Jika penyebab lainnya seperti kurang perhatian karena kehadiran adik tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berlangsung lebih lama lagi.
Sebaiknya Dilakukan
Semangati Si Kecil. Jika ia baru pertama kali masuk sekolah katakan, “Mama tahu kamu agak gugup, tapi kamu pasti bisa. Di sekolah, kamu akan bertemu dengan teman baru yang bisa diajak bermain.” Setelah itu, jangan lupa berikan Si Kecil pelukan dan ciuman ekstra.
Sebaiknya Tidak Dilakukan
Memperlihatkan kesedihan Anda. Saat Si Kecil memasuki lingkungan baru, Anda tentu khawatir ia akan kesulitan mendapatkan teman. Namun jangan menunjukkan kekhawatiran itu. Tetap tersenyum di depan Si Kecil dan katakan bahwa Anda akan menjemputnya pulang sekolah nanti